Tekanan Air Toren – Pernahkah ketika berdiri di bawah shower dan merasa frustrasi? Aliran airnya mungkin terlalu lemah seperti menetes.
Atau sebaliknya, semburan airnya terasa begitu keras hingga menyakitkan kulit? Masalah sederhana ini, yang sering terjadi pada banyak area, akarnya ada pada satu sistem penting yaitu toren air.
Tempat penampungan ini berfungsi sebagai cadangan penyimpanan air. Toren mampu memastikan airnya selalu tersedia. Akan tetapi fungsinya tidak berhenti di situ saja.
Kualitas tekanan air toren sangat menentukan kenyamanan para pemiliknya. Tekanan airnya yang tidak tepat bisa menyebabkan masalah tersendiri. Keran bisa cepat bocor atau bahkan pipa retak.
Tepat pada artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tips mudah mengatur tekanannya. Jadi, untuk selengkapnya simak artikel berikut ini sampai tuntas.
Langkah Mudah dalam Mengatur Tekanan Air dari Toren

Tekanan air adalah faktor penentu kenyamanan penggunaan air di rumah maupun bangunan. Jika tekanannya lemah maka membuat mandi terasa lama.
Sementara itu, tekanan yang terlalu kuat bisa merusak berbagai peralatan. Berikut ini ada beberapa langkah mudah dalam mengatur tekanan airnya dari tempat penampungan yaitu:
1. Pahami dan Optimalkan Ketinggian Toren Anda
Ketinggian toren adalah penentu tekanan yang paling signifikan. Setiap 10 meter kenaikan ketinggian memberikan tekanan sekitar 1 Bar. Oleh karena itu, pastikan toren lebih tinggi dari keran air tertinggi.
2. Periksa dan Bersihkan Saluran Pipa (Outlet) Toren
Sedimen atau lumut yang menumpuk bisa menghambat aliran air. Hambatan ini secara drastis mengurangi tekanan air. Jadi, pastikan pipa outlet dari toren benar-benar bersih.
3. Gunakan Ukuran Pipa yang Tepat dan Konsisten
Pipa yang terlalu kecil akan membatasi volume air mengalir. Sedangkan pipa yang terlalu besar mengurangi kecepatan aliran air. Oleh karena itu, gunakan diameter pipa standar.
4. Pasang Pompa Pendorong Jika Ketinggian Kurang
Jika toren tidak mungkin menempatkannya pada posisi tinggi, pompa booster adalah solusi. Pompa ini menambah dorongan mekanis pada air.
Adanya pompa menjamin tekanan air toren sampai ke lantai atas.
5. Periksa Keberadaan Udara yang Terperangkap
Gelembung udara yang terjebak pada pipa menghambat aliran air secara total. Fenomena ini disebut air lock. Bisa dengan memasang katup udara (air vent) pada titik tertinggi pipa.
6. Pastikan Katup (Valve) Air Terbuka Sempurna
Katup bola (ball valve) yang tidak terbuka penuh membatasi aliran air. Pembatasan ini menurunkan tekanan secara keseluruhan. Jadi, periksa semua katup pada jalur pipa utama.
Pastikan posisinya sudah terbuka maksimal.
7. Pantau Tekanan dengan Pengukur Secara Rutin
Alat pengukur tekanan memberikan data akurat. Pemasangan alat ini membantu untuk memantau efektivitas pengaturan. Sehingga bisa segera mendeteksi jika tekanan air tiba-tiba berubah.
Bagaimana Cara Mengurangi Tekanan Air yang Tinggi?

Tekanan air yang terlalu kuat mungkin terasa menguntungkan. Akan tetapi tekanan berlebihan justru bisa menimbulkan masalah serius.
Karena tekanannya yang tinggi mempercepat keausan seal dan sambungan pipa. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa cara dalam mengurangi tekanan air yang tinggi yaitu:
1. Pasang Pressure Reducing Valve (PRV)
PRV adalah solusi teknis paling efektif. Alat ini pemasangannya pada jalur pipa utama air masuk. PRV bekerja dengan membatasi dan menstabilkan tekanan.
Para pemiliknya bisa mengatur batas tekanan keluaran yang aman.
2. Sesuaikan Ketinggian Toren yang Berlebihan
Jika toren meletakkannya terlalu tinggi, tekanan air otomatis kuat. Hal ini terjadi karena gaya gravitasi meningkat. Oleh karena itu, bisa sedikit menurunkan menara torennya.
3. Pastikan Pressure Tank dan Pompa Booster Bekerja Baik
Jika menggunakan pompa booster, toren tekanannya harus tidak luput dari pemeriksaan. Pressure tank berfungsi meredam dan menstabilkan lonjakan tekanan.
Periksa tekanan udara pada toren tekan secara rutin.
4. Periksa Katup Penutup (Gate Valve) Utama
Katup utama yang sedikit tertutup bisa mengurangi tekanan. Maka bisa mencoba menutup katup utama sedikit, penutupan ini membatasi aliran air masuk.
5. Ganti Keran dengan Aerator Pembatas Aliran
Aerator adalah filter kecil pada ujung keran air. Adanya Aerator memecah aliran air menjadi butiran halus, hal ini memberikan ilusi tekanan yang lembut.
Cara ini mengurangi kekuatan pancuran tanpa mengubah sistem pipanya.
6. Pertimbangkan Penggunaan Flexible Hose Berkualitas
Pipa fleksibel yang baik bisa menyerap sebagian guncangan yang penyebabnya oleh tekanan air mendadak. Flexible hose bisa memasangnya pada sambungan toilet atau wastafel.
Hal ini membantu meredam efek water hammer.
7. Pastikan Pipa Tidak Ada Tikungan Tajam Mendadak
Tikungan tajam pada pipa menyebabkan air membentur keras. Benturan ini menciptakan lonjakan tekanan sesaat. Bisa memakai sambungan siku (elbow) yang lebih landai.
Hal ini membantu aliran air berjalan lebih mulus.
Review Toren Air Auto Drain

Tempat penampungan merk Auto Drain sendiri merupakan inovasi yang sangat membantu. Toren merk Auto Drain sendiri memiliki teknologi bebas kuras yang memudahkan dari segi pembersihan maupun perawatannya.
Tempat penampungan merk Auto Drain sendiri terbuat dari bahan baku HDPE murni tanpa bahan campuran apapun.
Sehingga toren Auto Drain ini mampu bertahan dengan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Pada toren merk Auto Drain terdapat pipa indikator air, yang berguna untuk mengecek kondisi airnya tanpa perlu membuka bagian penutup atasnya.
Sekarang ini tersedia berbagai jenis toren yang berkualitas tinggi dan tentunya menarik. Maka dari itu, untuk lebih jelasnya bisa langsung kunjungi marketplace jasa toren yang tersedia dan Whatsapp berikut ini.
Penutup
Nah, jadi itulah penjelasan tentang tips dalam mengatur tekanan air toren agar ideal untuk berbagai area.
Soal pilihan produknya, pastikan untuk memakai produk berkualitas tinggi agar tetap awet.




