Apa Penyebab Umum Kebocoran pada Toren?
Apa Penyebab Umum Kebocoran pada Toren?

Apa Penyebab Umum Kebocoran pada Toren?

Apa Penyebab Toren Bocor – Apa penyebab toren bocor sering menjadi pertanyaan ketika persediaan air tiba-tiba cepat habis. Kebocoran kecil pun bisa mengganggu kebutuhan air sehari-hari. Selain itu, kerusakan yang membiarkannya terus menerus menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, sumber kebocoran perlu menemukannya sebelum melakukan perbaikan. Toren bisa bocor karena berbagai faktor, baik dari material maupun instalasinya. Retakan, sambungan pipa, dudukan tidak rata, dan usia wadah penyimpanannya perlu memeriksanya.

Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam tentang berbagai penyebab torennya yang bocor. Jadi, untuk lebih lanjut simak saja artikel berikut sampai tuntas.

Apa Saja Penyebab Toren yang Bocor?

Apa Saja Penyebab Toren yang Bocor?
Apa Saja Penyebab Toren yang Bocor?

Kebocoran sebaiknya tidak langsung menambalnya tanpa pemeriksaan. Sebab, titik keluarnya air belum tentu menjadi sumber kerusakan sebenarnya. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa penyebab toren yang bocor yaitu:

1. Toren Mengalami Retakan

Retakan merupakan salah satu penyebab utama kebocoran pada toren. Biasanya, retakan muncul akibat benturan atau tekanan yang berlangsung lama.

Pada toren plastik, material bisa melemah setelah menggunakannya dalam waktu panjang. Selain itu, paparan lingkungan juga bisa memengaruhi kondisi material. Retakan kecil biasanya menghasilkan rembesan secara perlahan.

2. Dudukan Toren Tidak Rata

Dudukan memiliki peran penting dalam menopang beban toren. Oleh karena itu, permukaannya harus membuatnya rata dan stabil.

Adanya dudukan yang tidak rata bisa membuat tekanan terkonsentrasi pada bagian tertentu. Akibatnya, bagian dasar toren bisa mengalami tekanan yang tidak seimbang. Kondisi tersebut dapat memicu retakan pada bagian bawah.

3. Sambungan Pipa Mengalami Kebocoran

Tidak semua kebocoran berasal dari badan toren. Sambungan inlet dan outlet juga perlu memeriksanya secara menyeluruh. Seal atau gasket yang rusak bisa membuat air merembes keluar. Selain itu, sambungan ulir yang kurang rapat juga bisa menjadi sumber kebocoran.

4. Pipa Memasangnya Terlalu Kaku

Pipa yang terlalu kaku bisa memberikan tekanan pada sambungan toren. Kemudian, getaran dari pompa bisa meneruskannya menuju bagian tersebut.

Dalam jangka panjang, kondisi itu bisa memperbesar risiko kerusakan. Oleh karena itu, sistem perpipaan perlu memasangnya dengan memperhatikan pergerakan dan getaran.

5. Toren Terkena Benturan

Benturan bisa terjadi ketika toren memindahkannya atau memasangnya. Bahkan, kerusakan kecil terkadang tidak langsung terlihat.

Setelah toren terisi, tekanan air bisa membuat retakan tersebut semakin terbuka. Akhirnya, air mulai merembes dari bagian yang rusak.

6. Material Toren Mulai Menurun

Setiap material memiliki batas penggunaan dan kondisi lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, toren lama perlu memeriksanya secara berkala.

Material yang mulai rapuh akan lebih rentan mengalami retak. Kondisi tersebut juga bisa membuat perbaikan sementara kurang bertahan lama.

7. Korosi pada Toren Stainless

Toren stainless memiliki ketahanan korosi yang baik. Namun, material tersebut tetap bisa mengalami korosi dalam kondisi tertentu.

Kontaminasi permukaan, lingkungan agresif, dan perawatan yang kurang tepat bisa berpengaruh. Jika korosi berkembang, bagian tertentu bisa menjadi lebih tipis. Kemudian, lubang kecil bisa terbentuk dan menyebabkan kebocoran.

8. Tekanan Air Memberikan Beban Besar

Air memiliki berat yang signifikan ketika menampung dalam jumlah besar. Oleh karena itu, kapasitas toren harus sesuai dengan kebutuhan dan konstruksinya.

Bagian bawah toren menerima beban lebih besar ketika toren penuh. Jika penopangnya kurang baik, tekanan bisa menjadi tidak merata.

9. Paparan Matahari dan Perubahan Cuaca

Toren yang berada di luar ruangan menghadapi panas, hujan, dan perubahan suhu. Maka dari itu, material perlu memilihnya sesuai kondisi pemasangan.

Paparan lingkungan dalam jangka panjang bisa memengaruhi material tertentu. Terutama, kondisi tersebut perlu memperhatikannya pada toren plastik.

10. Kesalahan Saat Pemasangan

Pemasangan yang kurang tepat bisa memicu kebocoran sejak awal penggunaan. Posisi toren, dudukan, pipa, dan fitting harus memeriksanya. Selain itu, toren harus mengujinya setelah instalasi selesai.

Bagaimana Cara Menambal Toren yang Bocor?

Bagaimana Cara Menambal Toren yang Bocor?
Bagaimana Cara Menambal Toren yang Bocor?

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah menentukan metode perbaikan. Namun, metode penambalan harus menyesuaikan dengan material toren. Lalu, sebenarnya bagaimana cara menambal toren yang bocor?

1. Kosongkan Toren Terlebih Dahulu

Pertama, kuras seluruh air dari dalam toren. Kemudian, keringkan area yang akan diperbaiki. Permukaan yang bersih dan kering membuat proses perbaikan lebih mudah. Namun, beberapa produk penambal memang rancangannya untuk kondisi tertentu.

2. Temukan Titik Kebocoran

Selanjutnya, periksa seluruh permukaan toren secara menyeluruh. Tandai bagian yang mengeluarkan air. Periksa pula area pada sekitar titik tersebut. Sebab, retakan bisa memanjang melebihi bagian yang terlihat.

3. Bersihkan Area Kerusakan

Kotoran, minyak, kerak, dan lumut perlu membersihkannya terlebih dahulu. Kemudian, permukaan mengeringkannya sesuai kebutuhan bahan perbaikan.

Persiapan permukaan merupakan bagian penting dalam proses penambalan. Tanpa persiapan yang baik, hasil perbaikan bisa mudah gagal.

4. Gunakan Epoxy untuk Kerusakan Ringan

Epoxy bisa menggunakannya untuk kondisi tertentu, terutama kebocoran kecil. Namun, jenis epoxy harus sesuai dengan material toren. Petunjuk penggunaan harus memeriksanya sebelum aplikasi.

5. Perbaiki Sambungan Pipa

Jika sumber kebocoran berasal dari fitting, badan toren tidak perlu menambalnya. Sebaliknya, gasket atau seal yang rusak perlu memeriksanya.

Kemudian, sambungan bisa mengencangkan atau komponennya diganti. Pastikan ukuran fitting sesuai dengan instalasi yang jadi penggunaan.

6. Jangan Langsung Mengisi Toren

Setelah menambalnya dengan tepat, biarkan material mengeras terlebih dahulu. Waktu pengerasan mengikuti jenis bahan yang digunakan. Kemudian, lakukan pengujian dengan mengisi air secara bertahap. Periksa kembali apakah rembesan masih muncul.

7. Ganti Toren Jika Kerusakannya Berat

Penambalan tidak selalu menjadi solusi terbaik. Jika retakan menyebar atau struktur sudah melemah, penggantian bisa jadi pertimbangan.

Terlebih lagi, kerusakan berulang menunjukkan adanya masalah yang lebih mendasar. Oleh karena itu, sumber masalah harus memperbaikinya sebelum toren menggunakannya kembali.

Rekomendasi Toren Air Grand Anti Bocor

Rekomendasi Toren Air Grand Anti Bocor
Rekomendasi Toren Air Grand Anti Bocor

Kalau untuk rekomendasi wadah penyimpanan yang anti bocor, maka tidak ada salahnya beralih pakai toren merek Grand. Wadah penyimpanan merek Grand sendiri bahan bakunya menggunakan HDPE murni tanpa material campuran lainnya 100%.

Jadi tidak mengherankan kalau toren air merek Grand ini tahan terhadap segala perubahan cuaca ekstrem. Toren merek Grand terdiri dari 3 lapisan perlindungan dinding yang kuat dan tebal.

Perlindungan ini menjadikannya anti lumut dan anti UV. Wadah penyimpanan merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.

Sehingga mampu menyimpan air dengan aman tanpa khawatir terkontaminasi oleh kotoran maupun najis. Selain itu, toren merek Grand juga tersedia dalam berbagai pilihan ukuran.

Baca juga: Bagaimana Posisi Toren Air yang Paling Tepat?

Sekarang ini tersedia berbagai jenis toren yang berkualitas tinggi dan tentunya menarik. Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya bisa langsung kunjungi marketplace jasa toren yang tersedia dan Whatsapp berikut ini.

tokopedia

shopee

Penutup

Jadi demikianlah ulasan tentang berbagai penyebab toren yang bocor. Soal pilihan produknya, maka pastikan untuk memakai produk berkualitas tinggi agar tetap awet.